Jumat, 13 April 2012

Perkembangan Ebook

Seperti dilansir banyak media di tanah air pertengahan april tahun 2011, bahwa penjualan buku elektronik atau yang dikenal dengan e-Book masuk dalam kategori penjualan terbaik di Amerika Serikat (AS). Association of American Publisher (AAP) mengungkapkan data penjualan dari para penerbit AS, total penjualan e-Book pada Februari 2011 lalu mencapai US$ 90,3 juta. Kondisi ini menjadikan buku digital sebagai format tunggal terbesar di AS untuk pertama kalinya, mengambil alih buku bersampul yang hanya mencetak penjualan US$ 81,2 juta. Buku bersampul memimpin hingga januari, dimana e-Book berada di urutan kedua saat itu (Januari).

Buku merupakan salah satu media penting pendidikan, merupakan sarana yang utama dalam penyampaian informasi dan pengetahuan, pelestarian kebudayaan, peningkatan keterampilan, kesejahteraan, dan pengembangan pribadi, juga sebagai alat atau sarana hiburan. Dengan buku, dapat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan/pelajaran, namun saat ini perbukuan di Indonesia masih banyak tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain, baik dalam jumlah judul, mutu isi dan tata rupa, luas penyebaran dan pemanfaatan buku oleh masyarakatnya sendiri.

Para pengamat memprediksi bahwa usaha e-book akan semakin meningkat dan akan mengancam bisnis penjualan buku tradisional, termasuk berbagai penerbitan koran dan majalah. Meskipun begitu, bukan berarti buku biasa akan hilang. e-Book hanyalah salah satu jalur distribusi baru, paralel dengan buku cetak dan buku saku. Saat ini, beberapa pengarang buku memasarkan buku hardcover nya ke toko-toko buku sekaligus membuat dan mengedarkan versi digitalnya ke internet.

Sedangkan di Indonesia, masih banyak masalah di dunia perbukuan Indonesia, diantaranya masyarakat masih kurang minat baca dan minat belinya, persaingan dari media massa elektronik, masalah perpajakan, pembajakan buku, belum tegasnya status penerbiatan buku sebagai industri, serta tingginya harga bahan dan peralatan percetakan dan industri buku. Di samping itu, kelangkaan tenaga ahli di bidang perbukuan, baik dalam segi editorial, produksi/perancangan, pemasaran, dan manajemen perusahaan. selain masih berkutat dengan persoalan diatas yang belum juga tuntas, industri perbukuan Indonesia kini telah dihadang dengan tantangan era digital. Di era digital, perkembangan e-Book diperkirakan lebih besar dari cetak.

Dari awal paragraf telah banyak di tuliskan kata-kata e-Book, jadi sebenarnya apa itu e-Book? secara sederhana e-Book diartikan sebagai buku elektronik atau buku digital. Layaknya seperti Buku, e-Book berisi teks atau gambar atau teks dan gambar yang berisi informasi. e-Book bisa berformat PDF, JPEG, LIT, dan HTML/CHM. Namun, jika dilihat dari definisi mengenai e-Book maka secara garis besar e-Book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menanyangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Berdasarkan Jenisnya e-Book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditanyangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping compact disk (CD) dengan ukuran 700MB, bagaimana dengan DVD atau flashdisk? Dimana kapasitasnya bisa mencapai 3 GB bahkan bisa lebih dari itu.

Jenis e-Book yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encylopedia Britannica yang merupakan eksiklopedi dalam format multimedia. e-Book dengan format multimedia tidak saja berisi teks dan gambar tapi juga berisi suara, movie, dan unsur multimedia lainnya. Arliana, dkk (2008) mempertegas pengertian buku elektronik sebagai versi digital dari buku. Bahwa dengan buku elektronik, tidak perlu lagi dibutuhkan kertas untuk menghasilkan suatu bacaan. Oleh karena itu perlu dibuat aplikasi buku elektronik berbasis web yang mendukung konversi dokument berformat DOC menjadi PDF. Dengan aplikasi ini pembaca dokumen dapat membaca dengan efisien dan praktis bahkan dapat membaca buku elektornik melalui perangkat bergerak yang mendukung fasilitas browsing menggunakan intenet atau yang mempunyai fasilitas office tools yang mendukung format dokumen seperti DOC dan PDF.

Seiring dengan perkembangan e-book, seperti yang telah di utarakan sebelumnya, Kehadiran e-Book semakin diperkuat oleh kehadiran e-Book Reader, dimana e-Book Reader merupakan alat pembaca atau dalam ungkapan lain untuk menikmati sebuah karya e-Book diperlukan alat untuk membacanya. Nah, alat untuk membaca sebuah karya yang terdapat dalam e-Book diperlukan sebuah alat yang di sebut sebagai e-Book Reader. perangkat e-book reader pun mulai banyak bermunculan. Namun belum satupun e-book reader yang bisa menampilkan semua versi e-book, berwarna dan mampu memainkan file multimedia

e-Book Reader telah banyak perusahaan yang telah mengeluarkannya seperti misalnya iPad besutan Apple, Kindle besutan Amazon, Nook besutan Barnes dan Noble, dan masih banyak yang lainnya. Sejauh ini, e-Book Reader dibagi dalam dua jenis yakni reader dan Tablet PC. Reader Apple Ipad seperti Kindle, Nook dan Sony Reader mengandalkan teknologi e-ink. Kelebihan dari teknologi tersebut adalah ketika sebuah e-Book dibuka maka tampilannya hampir mirip terlihat seperti kertas dan hasilnya tidak mengakibatkan silau di mata pada saat membacanya, karena ketika membaca e-Book tersebut layaknya seperti membaca sebuah kertas atau buku cetak seperti pada umumnya. Teknologi e-ink telah di adopsi oleh beberapa perangkat e-Book Reader.

3 komentar:

  1. Edit enteran artikelnya yakss.. biar bacanya ga pusing

    BalasHapus
    Balasan
    1. gimana sekarang? masih pusing ga

      Hapus
    2. udah bagus... thanks nice article

      Hapus